Terbaik bagi Anda, Terbaik bagi Kami

Detil Berita









iklan_kiri8.jpg

Admin Website | Senin, 14 Sep 2015 09:20 WIB

Kapan anak harus ke dokter Gigi untuk perawatan gigi susu?




Mengapa gigi susu harus dipertahankan 

Pertanyaan tersebut sering kali muncul saat diskusi dengan bunda yang sedang berkumpul mengantar buah hati di sekolah.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut pemaparan dari drg. Eka Alegrina, dari pengalaman drg. Eka Alegrina atau yang sering disapa drg. Eka yang saat ini berkarya di Rumah Sakit Aminah. Banyak bunda yang datang ke poliklinik gigi RS. Aminah dengan membawa buah hati untuk kontrol gigi, dan saat dilakukan pemeriksaan oleh drg. Eka, kondisi gigi susu sudah mengalami kerusakan (berlubang, kehitaman, kadang dengan gusi yang bengkak).

Dari banyaknya masalah dengan gigi khususnya gigi susu, maka drg. Eka menjelaskan mengenai perawatan gigi susu.Gigi susu adalah gigi yang tumbuh pada rahang anak kecil, berjumlah 20 buah, 10 gigi pada rahang atas (Maksila) dan 10 pada rahang bawah (Mandibula). Gigi susu sudah mulai berkembang pada masa kandungan sekitar 4-5 bulan. Pada saat lahir, Maksila dan Mandibula merupakan tulang yang telah dipenuhi oleh benih benih gigi dalam berbagai tingkat perkembangan, diharapkan gigi susu sudah lengkap pada saat anak berusia 2 tahun.

Ada beberapa fungsi dari gigi susu antara lain

1. Mempersiapkan secara mekanis makanan yang akan dicerna dan            diasimilasi

2. Mempertahankan ruang dalam lengkungan gigi untuk tempat gigi permanen

3. Memberi rangsangan terhadap pertumbuhan tulang rahang

4. Membentuk suara

5. Sebagai estetika / kecantikan

Gigi susu mempunyai fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap. Sama halnya dengan gigi tetap, gigi susu secara umum berfungsi membantu proses pencernaan, pengucapan dan estetika. Di samping itu, fungsi istimewa yang tidak dimiliki oleh gigi tetap adalah sebagai petunjuk gigi tetap agar kelaktumbuh (erupsi) pada tempatnya dan menjaga pertumbuhan lengkung rahang.

Bila gigi susu tanggal sebelum saatnya, baik karena karies ataupun dicabut, gigi tetap yang akan tumbuh tidak mempunyai petunjuk, sehingga sering salah arah. Rahang yang ditinggalkan gigi susu jauh sebelum saatnya akan mengalami penyempitan sehingga tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam susunan yang teratur. Akibatnya, susunan gigi-geligi menjadi crowded (berantakan).

Jadi Bunda harus membiasakan membawa anak untuk kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, hal ini akan memudahkan perawatan sehingga rasa takut dari anak menjadi hilang saat bertemu dengan dokter gigi dan peralatan yang tersedia di ruang praktek tersebut.

Bunda tertarik untuk konsultasi lebih lanjut?

Kunjungi poliklinik drg. Eka Alegrina di Rumah Sakit Aminah.

Jadwal praktek

    Senin s/d Jum’at : 09.00 - 12.00 WIB
    Sabtu                 : 16.00 - 20.30 WIB